Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bandar Lampung Dorong Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis

Bawaslu Bandar Lampung Dorong Pemilih Pemula Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis

BANDAR LAMPUNG – Membangun kesadaran politik tidak harus menunggu seseorang beranjak dewasa. Pemahaman mengenai demokrasi justru penting ditanamkan sejak dini agar generasi muda memiliki bekal yang cukup ketika nantinya menggunakan hak pilihnya.

Hal tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Sosialisasi Masyarakat Sadar Politik untuk Pemilih Pemula di Kota Bandar Lampung Tahun 2026 yang berlangsung di SMPN 16 Bandar Lampung, Rabu (2/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, Juwita, sebagai narasumber.

Di hadapan para pelajar, Juwita memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan menentukan arah demokrasi Indonesia di masa mendatang.

“Pemilih pemula tidak cukup hanya mengetahui bagaimana cara memberikan suara. Mereka juga perlu memahami bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi terhadap masa depan bangsa,” ujar Juwita.

Ia juga mengingatkan para pelajar agar membekali diri dengan informasi yang benar sebelum menentukan pilihan, termasuk dengan memahami calon maupun program yang ditawarkan.

Menurut Juwita, kemampuan berpikir kritis menjadi hal penting bagi pemilih pemula, terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang begitu cepat.

“Pemilih pemula harus mulai membiasakan diri berpikir kritis. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang diterima, apalagi langsung menyebarkannya. Pastikan informasi tersebut benar dan berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” pesannya.

Di era digital, media sosial menjadi salah satu sumber informasi yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Kemudahan memperoleh informasi politik dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pengetahuan, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, maupun konten politik yang dapat memengaruhi pilihan secara tidak sehat.

Karena itu, pemilih pemula diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial yang aktif, tetapi juga mampu menjadi pengguna informasi yang kritis dan bertanggung jawab.

Bawaslu Kota Bandar Lampung terus mendorong penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Pemahaman sejak dini diharapkan dapat membentuk pemilih yang tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut menjaga kualitas demokrasi.

 

Zerdinal