Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dorong Kesadaran Politik Pelajar Sejak Dini

Bawaslu Dorong Kesadaran Politik Pelajar Sejak Dini

BANDAR LAMPUNG — Menanamkan kesadaran politik sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun generasi muda yang memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Hal tersebut menjadi bagian dari semangat kegiatan Sosialisasi Masyarakat Sadar Politik untuk Pemilih Pemula di Kota Bandar Lampung Tahun 2026 yang digelar di SMP Negeri 41 Bandar Lampung, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandar Lampung tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, salah satunya Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, Muhammad Muhyi, yang turut memberikan materi kepada para peserta.

Selain Bawaslu, kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari KPU Kota Bandar Lampung, Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, serta Polresta Bandar Lampung. Kehadiran berbagai unsur kelembagaan tersebut memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk memperoleh pemahaman mengenai kehidupan politik, demokrasi, kepemiluan, serta peran masyarakat dari berbagai perspektif.

Di hadapan para peserta, Muhammad Muhyi menyampaikan pentingnya membangun pemahaman politik secara positif sejak dini. Menurutnya, pemilih pemula tidak hanya perlu mengetahui bagaimana menggunakan hak pilih, tetapi juga memahami pentingnya bersikap kritis terhadap berbagai informasi politik yang diterima.

“Generasi muda harus memiliki pemahaman politik yang baik, sehingga ketika mendapatkan informasi, tidak langsung percaya begitu saja. Informasi perlu dilihat, dipahami, dan diperiksa kebenarannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi dan media sosial membuat generasi muda semakin mudah memperoleh berbagai informasi. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan untuk memilah informasi, memahami fakta, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurut Muhyi, kesadaran politik bukan hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan secara baik.

Penguatan kesadaran politik di kalangan pelajar juga sejalan dengan upaya Bawaslu Kota Bandar Lampung dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Melalui berbagai program pengawasan partisipatif, Bawaslu terus mengajak masyarakat, termasuk generasi muda, untuk menjadi bagian dari pengawasan sesuai dengan peran dan kapasitasnya.

Muhammad Muhyi juga mendorong para pelajar agar tidak menjadi pengguna media sosial yang hanya menerima informasi, tetapi mampu menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menyikapi informasi politik.

“Pemilih pemula memiliki peran penting dalam masa depan demokrasi. Karena itu, pengetahuan dan kesadaran politik perlu dibangun sejak sekarang,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan bekal kepada para pelajar untuk memahami demokrasi dan kepemiluan secara lebih baik, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa partisipasi masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi di Kota Bandar Lampung.

Zerdinal