Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dorong Pemilih Pemula Cerdas Bermedia Sosial dan Berpartisipasi dalam Demokrasi

Bawaslu Dorong Pemilih Pemula Cerdas Bermedia Sosial dan Berpartisipasi dalam Demokrasi

Bandar Lampung – Pendidikan politik sejak usia dini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun generasi muda yang memahami demokrasi serta memiliki kesadaran sebagai warga negara. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Apriliwanda, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Masyarakat Sadar Politik untuk Pemilih Pemula di Kota Bandar Lampung Tahun 2026, yang berlangsung di SMPN 13 Bandar Lampung, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat pentingnya kesadaran politik, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara, serta peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi.

Dalam penyampaiannya, Apriliwanda mengingatkan para pemilih pemula agar tidak sekadar mengikuti arus informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan akses informasi yang semakin luas kepada generasi muda, namun pada saat yang sama juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, dan informasi politik yang dapat menyesatkan.

“Pemilih pemula harus mampu menjadi pemilih yang cerdas. Jangan mudah percaya pada informasi yang beredar, tetapi biasakan mencari, membaca, dan memastikan kebenarannya dari sumber yang terpercaya,” ujar Apriliwanda.

Ia juga menjelaskan bahwa menjadi pemilih bukan hanya berkaitan dengan memahami tahapan dan proses pemilu. Pemilih pemula perlu memiliki kemampuan untuk memperoleh informasi yang memadai sebelum menentukan pilihan, termasuk dengan mengenali visi, misi, program, serta rekam jejak peserta pemilu.

Menurutnya, kecakapan dalam menyaring informasi menjadi bagian penting dari pendidikan politik, terutama di tengah derasnya arus informasi digital. Para pelajar diharapkan dapat membangun kebiasaan untuk melakukan verifikasi dan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Selain itu, Apriliwanda mengajak generasi muda untuk melihat pengawasan pemilu sebagai tanggung jawab bersama. Generasi muda tidak hanya menjadi objek dalam kehidupan demokrasi, tetapi juga memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam menjaga proses demokrasi agar berjalan secara jujur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Generasi muda memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, sejak menjadi pemilih pemula, harus mulai memahami hak dan kewajiban serta ikut menjaga kualitas demokrasi di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Bawaslu Kota Bandar Lampung berharap pendidikan politik dapat semakin dekat dengan generasi muda. Pemilih pemula diharapkan tidak hanya memahami hak pilihnya, tetapi juga mampu menjadi pemilih yang kritis, bertanggung jawab, serta turut berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

Dengan demikian, keterlibatan generasi muda tidak berhenti pada penggunaan hak pilih, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam menjaga informasi yang sehat dan mengawal proses demokrasi di lingkungan sekitarnya.

 

Zerdinal