Bawaslu Tomohon Tanam Pohon Manggis, Simbol Integri
humas | Jumat, Oktober 16, 2026 - 19:39
Tomohon, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengungkapkan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan penghijauan biasa, melainkan pengingat bagi jajaran Bawaslu Kota Tomohon untuk senantiasa menjaga filosofi integritas dalam menjalankan tugas.
“Pohon manggis memiliki filosofi yang sangat mendalam. Kulitnya berwarna gelap tetapi daging buahnya berwarna putih bersih. Perbedaan ini menjadi simbol keselarasan antara apa yang tampak dari luar dan apa yang ada di dalam. Integritas harus tercermin secara utuh dalam perkataan, sikap, dan tindakan,” ujar Herwyn dalam kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian serta Penanaman Pohon Integritas di Kota Tomohon, Jumat (16/10/2026).
Herwyn menambahkan, jumlah kelopak di bagian bawah buah manggis yang selalu sama dengan jumlah isi daging buahnya juga melambangkan konsistensi antara pernyataan dan kenyataan di lapangan.
“Melalui penanaman Pohon Integritas ini, Bawaslu berharap nilai kejujuran dan tanggung jawab tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar tumbuh dan diterapkan dalam budaya kerja sehari-hari. Sebagaimana pohon yang butuh perawatan, integritas juga harus dipelihara lewat komitmen, kedisiplinan, dan keteguhan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian (Jujur, Menanam, Pelihara, Amankan, Bersih, Lingkungan, dan Alam Nyata) yang berwawasan ekologis serta berintegritas.
“Kegiatan ini merupakan simbol yang sangat bermakna. Integritas adalah fondasi utama yang harus mengakar kuat dalam mengawal proses demokrasi serta penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, transparan, dan akuntabel,” kata Sendy.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menilai penanaman Pohon Integritas merupakan pesan moral yang penting bagi seluruh jajaran pengawas pemilu untuk senantiasa menjaga kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjalankan tugas. Menurutnya, integritas tidak cukup hanya diwujudkan melalui aturan dan komitmen tertulis, tetapi harus tercermin dalam perilaku serta pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Filosofi Pohon Integritas mengingatkan kita bahwa kejujuran dan tanggung jawab harus tumbuh dari dalam diri setiap pengawas pemilu. Integritas bukan hanya tentang bagaimana kita terlihat di hadapan masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana kita menjalankan amanah secara konsisten, profesional, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai integritas memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu. Oleh karena itu, setiap jajaran Bawaslu harus menjunjung tinggi etika, menjaga independensi, serta menghindari segala bentuk tindakan yang dapat merusak kepercayaan publik.
Menurutnya, semangat menjaga integritas juga perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan penghijauan dapat menjadi pengingat bahwa menjaga alam dan menjaga amanah merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Bawaslu Kota Bandar Lampung, lanjutnya, berkomitmen untuk terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas melalui kedisiplinan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas pengawasan. Dengan demikian, nilai-nilai integritas tidak hanya menjadi slogan kelembagaan, tetapi juga menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan Penanaman Pohon Integritas, diharapkan semangat kejujuran, konsistensi, dan tanggung jawab semakin mengakar dalam diri setiap penyelenggara dan pengawas pemilu. Filosofi pohon yang tumbuh dan membutuhkan perawatan menjadi pengingat bahwa integritas harus terus dijaga agar mampu mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Zerdinal