Jadi Anggota Executive Board A-WEB, Bawaslu Perkuat Peran Indonesia dalam Demokrasi Global
humas | Kamis, Oktober 15, 2026 - 10:12
Manila, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia ditetapkan sebagai salah satu anggota Executive Board Association of World Election Bodies (A-WEB). Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menegaskan bahwa keanggotaan tersebut menjadikan Bawaslu sebagai perwakilan Indonesia untuk berkontribusi dalam memperkuat demokrasi global.
“Keanggotaan dalam Executive Board A-WEB menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam mendorong tata kelola pemilu yang berintegritas, sekaligus memperkuat sinergi antarotoritas kepemiluan dalam menghadapi tantangan demokrasi yang terus berkembang,” ujar Bagja saat menghadiri rangkaian 7th A-WEB General Assembly yang diselenggarakan di Manila, Filipina, Rabu (14/10/2026).
Bagja melanjutkan, pengalaman Indonesia dalam menyelenggarakan pemilu yang kompleks di tengah keragaman geografis, sosial, dan politik, termasuk kekhasan kelembagaan serta mekanisme penegakan hukum pemilu, merupakan modal penting untuk berkontribusi dalam pengembangan praktik kepemiluan internasional.
“Melalui forum ini, Bawaslu tidak hanya dapat berbagi pengalaman dan praktik baik, tetapi juga memperkuat kolaborasi, bertukar pengetahuan, serta mengembangkan inovasi bersama dalam menjawab tantangan penyelenggaraan dan pengawasan pemilu di berbagai negara,” katanya.
Menurut Bagja, keanggotaan Bawaslu dalam Executive Board A-WEB juga menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk berperan lebih aktif dalam mendorong tata kelola pemilu yang berintegritas. Ia meyakini keanggotaan tersebut akan memperkuat sinergi antarotoritas kepemiluan dalam menghadapi tantangan demokrasi yang terus berkembang.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menilai keterlibatan Bawaslu RI dalam Executive Board A-WEB merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan demokrasi dan pengawasan pemilu di tingkat internasional. Menurutnya, kesempatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong penerapan praktik-praktik pengawasan pemilu yang semakin profesional dan berintegritas di tingkat daerah.
“Keanggotaan Bawaslu RI dalam Executive Board A-WEB menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama internasional dan bertukar pengalaman mengenai pengawasan pemilu. Kami berharap pengalaman serta praktik baik dari forum internasional tersebut dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengawasan pemilu di daerah, termasuk di Kota Bandar Lampung, sehingga pengawasan dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan demokrasi yang semakin kompleks, seperti perkembangan teknologi digital, penyebaran disinformasi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), menuntut lembaga pengawas pemilu untuk terus meningkatkan kapasitas dan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, penguatan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga kepemiluan dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu yang efektif.
Sebagai informasi, A-WEB merupakan organisasi internasional yang mempertemukan 121 lembaga penyelenggara pemilu dari 111 negara untuk memperkuat kerja sama, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan praktik terbaik dalam penyelenggaraan pemilu. Melalui forum ini, lembaga penyelenggara pemilu dunia membangun kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan demokrasi, termasuk perkembangan teknologi digital, penyebaran disinformasi, penggunaan AI, serta penguatan integritas pemilu.
Terpilihnya Bawaslu RI sebagai anggota Executive Board A-WEB merupakan hasil proses pemilihan di antara lembaga-lembaga kepemiluan dari kawasan Asia. Executive Board menjalankan mandat untuk memperkuat kerja sama antarlembaga pemilu serta mendukung pelaksanaan program-program A-WEB dalam meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat global.
Melalui keanggotaan tersebut, diharapkan kontribusi Indonesia dalam penguatan demokrasi internasional semakin meningkat. Pada saat yang sama, pertukaran pengalaman dan praktik baik di tingkat global diharapkan dapat menjadi dorongan bagi penguatan kapasitas kelembagaan serta peningkatan kualitas pengawasan pemilu di tingkat nasional dan daerah, termasuk di Kota Bandar Lampung.
Zerdinal