Jeda Tahapan Pemilu, Sekjen Bawaslu Kuatkan Kompetensi Lewat Manajemen Talenta
humas | Sabtu, Oktober 17, 2026 - 17:58
Surabaya, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sekretaris Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait mendorong seluruh pegawai di lingkungan Bawaslu untuk memanfaatkan masa di luar tahapan pemilu guna meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan (diklat). Dorongan tersebut sejalan dengan penerapan manajemen talenta yang, menurutnya, menuntut kerja lebih besar, tetapi menghadirkan sistem pengembangan karier yang lebih adil.
Hal tersebut disampaikan Ferdinand dalam kegiatan Piloting Sosialisasi dan Pemutakhiran Data Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Rangka Implementasi Manajemen Talenta di Lingkungan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota Jawa Timur, yang berlangsung di Surabaya, Sabtu (17/10/2026).
Dalam sambutannya, pria kelahiran Medan ini menegaskan bahwa manajemen talenta tidak dapat dipahami secara tergesa-gesa. Ia menjelaskan, skema tersebut terdiri atas sembilan kotak yang harus dipelajari secara berurutan dan cermat, mulai dari kotak pertama hingga kesembilan.
“Manajemen talenta ini, kalau Bapak Ibu baca pelan-pelan, harus pelan-pelan, tidak bisa langsung dihantam sekaligus. Dipahami ada sembilan kotak, jadi pahami kotak satu itu apa, dua apa, sampai dengan sembilan,” ujarnya.
Menurut Ferdinand, manajemen talenta bertujuan menempatkan pegawai secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki. “Manajemen talenta itu pelan-pelan mendudukkan kita sesuai dengan apa yang kita miliki,” tuturnya.
Ia juga mengakui bahwa manajemen talenta, sebagaimana model penilaian lainnya, memiliki kelemahan berupa unsur subjektivitas. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar proses penempatan dari kotak satu hingga sembilan dilakukan secara hati-hati dan tidak tergesa-gesa.
Meski demikian, Doktor Ilmu Komunikasi ini meyakini bahwa penerapan manajemen talenta akan memberikan kepastian dan keadilan yang lebih baik bagi seluruh pegawai. “Sebenarnya manajemen talenta nanti membuat kita kerja lebih capek, tetapi lebih fair,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, Ferdinand menyampaikan bahwa pegawai saat ini didorong untuk mengikuti diklat, antara lain Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP). Ia mengingatkan bahwa selama tahapan pemilu berlangsung, pegawai nyaris tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sehingga masa di luar tahapan harus dimanfaatkan secara optimal.
Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menilai pengembangan kompetensi dan penerapan manajemen talenta merupakan langkah penting dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan pengawasan pemilu. Menurutnya, peningkatan kapasitas pegawai tidak hanya mendukung pengembangan karier, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kelembagaan kepada masyarakat.
“Penerapan manajemen talenta harus menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bawaslu untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta mengembangkan kemampuan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pegawai perlu memanfaatkan masa di luar tahapan pemilu untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, sehingga ketika tahapan pemilu berlangsung, seluruh jajaran telah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan fungsi pengawasan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya proses penilaian yang objektif, transparan, dan berorientasi pada kompetensi agar manajemen talenta dapat diterapkan secara adil. Dengan demikian, setiap pegawai memiliki kesempatan untuk berkembang berdasarkan kinerja, potensi, dan kemampuan yang dimiliki, sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kelembagaan Bawaslu.
Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang berintegritas. Karena itu, seluruh jajaran Bawaslu Kota Bandar Lampung diharapkan terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga profesionalitas, serta beradaptasi dengan kebutuhan organisasi dan dinamika kepemiluan.
Di akhir sambutannya, Ferdinand kembali mengajak seluruh jajaran Bawaslu untuk mempelajari manajemen talenta dengan saksama agar tidak terjadi kekeliruan pemahaman. “Siapa pun kita sekarang, pelan-pelan baca manajemen talenta itu, supaya kita tidak gagal paham dan tidak gagal memaknainya,” pungkasnya.
Zerdinal