Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Lampung Perkuat Integritas Di Bulan Ramadan

Ngabuburit Pengawasan, Bawaslu Lampung Perkuat Integritas Di Bulan Ramadan

Bawaslu Provinsi Lampung menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (25/02). Kegiatan yang dikemas dalam nuansa Ramadan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan sekaligus pendekatan religius kepada masyarakat dalam membangun kesadaran pengawasan pemilu.

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, menjelaskan bahwa Ngabuburit Pengawasan merupakan salah satu program Bawaslu yang dirancang melalui pendekatan keagamaan. Menurutnya, metode ini dinilai efektif untuk mempererat hubungan antara Bawaslu dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengawasan pemilu.

Melalui pendekatan religius, pesan-pesan pengawasan diharapkan lebih mudah diterima oleh masyarakat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menguatkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab dalam demokrasi,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pada masa non-tahapan pemilu seperti saat ini, fokus utama Bawaslu adalah penguatan kelembagaan. Dalam konteks tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi sangat penting sebagai bagian dari pengawasan partisipatif. Partisipasi publik dinilai sebagai fondasi untuk memastikan penyelenggaraan pemilu ke depan dapat berjalan lebih baik, jujur, dan adil.

Bawaslu menilai kegiatan Ngabuburit Pengawasan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai integritas sekaligus memperkuat semangat kelembagaan Bawaslu Lampung. Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Anggota Bawaslu Lampung, Imam Bukhori.

Dalam kultumnya, Imam Bukhori mengutip salah satu hadis Nabi Muhammad SAW dan mengajak para peserta untuk berharap memperoleh syafaat beliau di kemudian hari. Ia menjelaskan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan pembelajaran yang menghadirkan banyak momentum untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelaksanaan tugas kelembagaan.

Menurutnya, nilai-nilai Ramadan dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keadilan pemilu, salah satunya melalui pembelajaran tentang integritas. Dalam konteks Bawaslu, integritas dimaknai sebagai kesesuaian antara ucapan dan tindakan serta adanya pertanggungjawaban atas setiap pekerjaan yang dilakukan.

Selain itu, Ramadan juga mengajarkan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut harus diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu sehingga menjadi pegangan moral dalam bekerja. Dalam perspektif demokrasi, ia menegaskan bahwa keadilan harus menjadi prinsip utama agar proses demokrasi yang menjadi tanggung jawab bersama dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan terpercaya.

Kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini turut disaksikan masyarakat melalui kanal resmi YouTube Bawaslu Provinsi Lampung, sehingga pesan-pesan penguatan integritas dan pengawasan partisipatif dapat menjangkau publik secara lebih luas.