Puadi Sebut Demokrasi Sehat Terbuka terhadap Kritik
humas | Senin, Oktober 5, 2026 - 20:16
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Puadi menilai demokrasi sehat merupakan demokrasi yang terbuka terhadap pertanyaan, kritik, dan refleksi. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.
“Demokrasi yang sehat bukan demokrasi yang takut terhadap pertanyaan. Demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang mampu menerima pertanyaan, kritik, dan refleksi,” katanya saat diskusi publik novel Di Balik Kotak Suara secara daring, Senin (5/10/2026).
Selama ini, kata dia, demokrasi hanya dipahami sebagai sebuah sistem. Ada lembaga, ada aturan, ada prosedur, ada pemilu, dan ada pergantian kekuasaan.
Dikatakan Puadi, demokrasi juga merupakan pengalaman manusia dalam menghadapi perbedaan, pilihan, dan berbagai kepentingan. Maka, kata dia, novel Di Balik Kotak Suara tidak hanya bercerita tentang pemilu. Novel tersebut melihat manusia yang berada di balik institusi demokrasi.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi ini menuturkan, kotak suara bukan hanya benda yang digunakan dalam pemilu. Di baliknya, kata dia, terdapat pemilih, peserta pemilu, penyelenggara, pengawas, dan masyarakat dengan harapan, kepentingan, serta tanggung jawab masing-masing.
“Kotak suara sesungguhnya hanyalah benda. Demokrasi menjadi hidup karena manusia yang mengisinya, menjaganya, mengawasinya, dan menghormati suara yang ada di dalamnya,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, Puadi juga menyatakan hukum memberikan norma, institusi memberikan struktur, dan prosedur memberikan tata cara. Menurutnya, sastra memberikan sesuatu yang berbeda, yaitu pengalaman manusia.
“Hukum dapat menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Tetapi, sastra dapat membawa kita ke dalam pergulatan manusia ketika harus memilih antara yang benar dan yang mudah,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menilai bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan umum, tetapi juga tentang bagaimana setiap pihak menghormati perbedaan pendapat, menjaga integritas, dan menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, kritik dan refleksi menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan berorientasi pada perbaikan.
“Demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan masyarakat, keterbukaan terhadap kritik, serta komitmen seluruh pihak untuk menjaga integritas. Pengawasan pemilu bukan hanya memastikan setiap tahapan berjalan sesuai aturan, tetapi juga menjaga agar hak pilih masyarakat dihormati dan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi tetap terpelihara,” demikian draf pernyataan Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung.
Melalui diskusi publik novel Di Balik Kotak Suara, diharapkan masyarakat dapat melihat demokrasi dari sudut pandang yang lebih luas, bukan hanya sebagai sistem dan prosedur, tetapi juga sebagai ruang yang melibatkan nilai-nilai kemanusiaan, tanggung jawab, kejujuran, serta penghormatan terhadap pilihan setiap warga negara.
Zerdinal