Bawaslu Lampung Ajak Organisasi Kepemudaan Perkuat Pengawasan Pemilu
humas | Rabu, Januari 28, 2026 - 18:00
Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, menegaskan bahwa keberlanjutan demokrasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Provinsi Lampung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Rabu (28/1).
Menurut Iskardo, pembangunan demokrasi tidak bisa hanya dilihat dari capaian fisik semata, tetapi harus dibangun melalui proses pembelajaran politik yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Ia menilai bahwa penguatan nilai-nilai demokrasi sejak dini menjadi kunci untuk menciptakan pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
“Generasi muda adalah aktor utama dalam menentukan arah demokrasi ke depan. Karena itu, penguatan literasi politik dan pemahaman tentang pengawasan pemilu menjadi sangat penting agar partisipasi mereka tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga berkualitas,” ujar Iskardo.
Ia juga menyoroti dominasi pemilih muda pada Pemilu sebelumnya sebagai sinyal kuat bahwa strategi penguatan demokrasi harus diarahkan pada kelompok tersebut. Bawaslu, kata dia, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk memperluas jangkauan edukasi politik.
Dalam kesempatan tersebut, Iskardo menegaskan bahwa demokrasi yang sehat harus ditopang oleh sinergi antara partai politik, penyelenggara pemilu, dan masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa peran masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi faktor penentu dalam menjaga integritas proses demokrasi.
“Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan anak muda sebagai mitra strategis pengawasan menjadi energi baru dalam menjaga kualitas pemilu dan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” tegasnya.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Provinsi Lampung untuk memperluas jejaring kerja sama dalam rangka membangun ekosistem demokrasi yang lebih partisipatif dan berkelanjutan, dengan menempatkan generasi muda sebagai pilar utama penggerak perubahan.
Zerdinal