Lompat ke isi utama

Berita

Diskusi dengan PW IPM Lampung, Bawaslu Lampung Dorong Perkuat Edukasi Politik Generasi Muda

Diskusi dengan PW IPM Lampung, Bawaslu Lampung Dorong Perkuat Edukasi Politik Generasi Muda

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Provinsi Lampung melakukan audiensi dan berdiskusi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam penguatan demokrasi dan edukasi politik bagi generasi muda. Audiensi tersebut dilaksanakan di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Rabu (28/1). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar.

Bendahara Umum PW IPM Lampung, Apriza Bagus Saputra menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Provinsi Lampung atas suksesnya penyelenggaraan Pemilu sebelumnya yang berlangsung secara kondusif, aman, dan relatif minim konflik.

Apriza menjelaskan bahwa audiensi ini bertujuan untuk menjalin dan mempererat kolaborasi antara PW IPM Provinsi Lampung dengan Bawaslu. Menurutnya Kolaborasi tersebut bisa difokuskan pada program edukasi politik dan demokrasi, khususnya bagi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) serta generasi muda secara umum.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan kader IMM oleh Bawaslu pada Pemilu sebelumnya. Hal ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk kepercayaan kepada anak muda untuk terlibat aktif dalam pengawasan demokrasi,” ujar Apriza. Ia menegaskan bahwa PW IPM Provinsi Lampung berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama tersebut secara berkelanjutan demi meningkatkan kesadaran politik generasi muda.

Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Iskardo P. Panggar, menyampaikan bahwa pembangunan demokrasi merupakan proses jangka panjang yang tidak bisa hanya diukur dari pembangunan fisik semata, seperti jalan dan jembatan. Menurutnya, demokrasi harus dibangun melalui proses, nilai, dan kesadaran kolektif masyarakat.

Iskardo menyoroti tantangan besar demokrasi ke depan, khususnya di Provinsi Lampung, mengingat pada Pemilu sebelumnya sebagian besar berasal dari Generasi Z. Hal ini menunjukkan bahwa masa depan demokrasi sangat bergantung pada peran dan kualitas partisipasi anak muda.

“Harapan demokrasi ada pada anak muda. Mereka adalah darah baru yang akan menentukan arah bangsa ini. Demokrasi akan berhasil jika ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu partai politik, penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU, serta masyarakat sebagai pemilih,” tegasnya.

Zerdinal