Bawaslu Bandar Lampung Hadiri Workshop Kurikulum OBE Fakultas Hukum Universitas Malahayati
humas | Jumat, September 18, 2026 - 00:19
Bandar Lampung, Jum’at (18/09) - Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Apriliwanda, S.H., menghadiri Workshop Kurikulum Berbasis OBE (Outcome Based Education) dan Penulisan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Malahayati Bandar Lampung.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 5 Universitas Malahayati tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Hukum Universitas Malahayati dalam meningkatkan mutu akademik serta mengembangkan kompetensi mahasiswa dan dosen. Hal tersebut juga tercantum dalam surat undangan Fakultas Hukum Universitas Malahayati yang menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kerja sama kemitraan serta pengembangan kurikulum dan kompetensi mahasiswa/dosen.
Kehadiran Bawaslu Kota Bandar Lampung sebagai mitra dalam kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat keterhubungan antara dunia akademik dengan praktik kelembagaan, khususnya dalam bidang hukum, demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan pemilu.
Melalui penerapan kurikulum berbasis OBE, proses pembelajaran diarahkan tidak hanya pada penguasaan materi secara teoritis, tetapi juga pada capaian kompetensi yang dapat diterapkan mahasiswa dalam kehidupan profesional dan di tengah masyarakat.
Dalam konteks kemitraan dengan Bawaslu, pengembangan kurikulum tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman mengenai praktik hukum dan kepemiluan secara langsung. Bawaslu dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal proses kerja lembaga pengawas pemilu, termasuk aspek pencegahan, pengawasan, penanganan pelanggaran, penyelesaian sengketa, serta pengawasan partisipatif.
Kerja sama semacam ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis melalui kegiatan akademik maupun praktik lapangan di lingkungan Bawaslu Kota Bandar Lampung. Dengan demikian, kompetensi yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dapat memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan dinamika di dunia kerja.
Bawaslu Kota Bandar Lampung memandang sinergi dengan perguruan tinggi sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem demokrasi yang melibatkan generasi muda dan kalangan akademisi. Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga pengawas pemilu diharapkan dapat terus dikembangkan melalui pendidikan, penelitian, praktik mahasiswa, serta kegiatan pengawasan partisipatif.
Kegiatan workshop ini turut menegaskan pentingnya kemitraan antara perguruan tinggi dan lembaga publik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara akademis, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal penerapannya secara langsung di lapangan.
Zerdinal