Lompat ke isi utama

Berita

Apel Rutin, Bawaslu Lampung Tekankan Disiplin, Soliditas, dan Integritas Pegawai

Apel Rutin, Bawaslu Lampung Tekankan Disiplin, Soliditas, dan Integritas Pegawai

Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Lampung menggelar apel rutin di halaman Kantor Bawaslu Provinsi Lampung pada Senin (13/4). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran sekretariat sebagai bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan, koordinasi, dan kinerja organisasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, dalam amanatnya menegaskan bahwa apel rutin tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, apel memiliki substansi penting sebagai sarana membangun disiplin pegawai sekaligus media efektif untuk menyampaikan informasi, arahan, serta evaluasi kinerja secara langsung kepada seluruh jajaran.

Ia menyampaikan bahwa secara umum kinerja, kedisiplinan, dan kompetensi pegawai di lingkungan Bawaslu Provinsi Lampung telah menunjukkan capaian yang cukup baik dan mampu bersaing dengan instansi lain. Meski demikian, Achmad Sutiono menekankan bahwa peningkatan kualitas kerja tidak boleh berhenti, melainkan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Penguatan kinerja, kelembagaan, dan kapasitas sumber daya manusia harus terus menjadi perhatian bersama agar organisasi dapat menjalankan tugas dan fungsi secara optimal,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya membangun soliditas tim di tengah kondisi organisasi yang saat ini masih mengalami kekosongan jabatan kepala sekretariat definitif. Dalam situasi tersebut, menurutnya, diperlukan komitmen, kerja sama, dan kontribusi aktif dari seluruh pegawai agar target serta mandat organisasi tetap dapat dicapai dengan maksimal.

“Soliditas tim menjadi kunci. Tanpa kerja sama yang baik, sulit bagi organisasi untuk bergerak efektif, apalagi dalam kondisi keterbatasan seperti saat ini,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menekankan bahwa penguatan soliditas dan koordinasi ant jajaran merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas kerja pengawasan pemilu. Menurutnya, setiap unsur di lingkungan Bawaslu memiliki peran yang saling berkaitan sehingga komunikasi, kolaborasi, dan rasa tanggung jawab perlu terus diperkuat.

Ia juga mengingatkan bahwa jajaran pengawas pemilu harus senantiasa menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu, menurutnya, sangat bergantung pada konsistensi setiap pegawai dalam menjaga etika, independensi, serta tanggung jawab kelembagaan.

“Setiap jajaran harus mampu menjaga integritas, bekerja secara profesional, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik. Dengan soliditas yang kuat, pelaksanaan tugas pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu dapat terus dijaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Sutiono juga menyampaikan pesan penting dari Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia kepada seluruh pegawai. Ia mengingatkan agar seluruh jajaran menghindari praktik pinjaman online yang berisiko serta menjauhi aktivitas judi online.

Menurutnya, kedua hal tersebut tidak hanya berdampak negatif secara pribadi, tetapi juga berpotensi merusak citra dan integritas institusi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga perilaku, integritas, dan profesionalitas dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Achmad Sutiono juga menekankan pentingnya rasa syukur atas fasilitas dan kesejahteraan yang telah diberikan oleh instansi. Ia mengingatkan agar setiap pegawai mampu mengelola kebutuhan hidup secara bijak serta memiliki pengendalian diri dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dalam menjalankan tugas, tetapi juga oleh kedisiplinan, integritas, pengendalian diri, serta kemampuan membangun kerja sama yang solid. Dengan demikian, seluruh jajaran Bawaslu diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

 

Zerdinal