Herwyn : Video Pembelajaran Bawaslu Jadi Sarana Edukasi Publik
humas | Kamis, November 5, 2026 - 16:55
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengungkapkan karya video pembelajaran buatan Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota tidak hanya menjadi sarana evaluasi internal. Karya itu juga menjadi warisan digital (digital legacy) jangka panjang untuk memperkuat demokrasi dan literasi pemilu masyarakat.
"Video pembelajaran ini tidak hanya untuk seleksi internal, tetapi juga menjadi media edukasi publik secara luas. Karya ini bahkan dapat menjadi referensi perkuliahan tata kelola pemilu sekaligus menginspirasi para konten kreator," hal tersebut diungkapkan Herwyn dalam Pelaksanaan Penilaian Seleksi Awal (Based Learning Stage) Bawaslu Mengajarkan Volume 2 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Lanjut Herwyn, dia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim penilai independen dari unsur akademisi, pegiat pemilu, hingga senior Bawaslu. Keterlibatan tim lintas profesi ini, tambah dia, krusial untuk menjamin objektivitas, kedalaman analisis, dan integritas seleksi.
"Kami terus menyesuaikan tata kelola penilaian, termasuk memitigasi potensi konflik kepentingan. Langkah ini dilakukan agar penilaian berjalan adil, transparan, dan terhindar dari persepsi subjektivitas," jelasnya.
Indikator penilaian disusun secara komprehensif mencakup penguasaan substansi, ketepatan analisis, dan keterkaitan dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Penilaian juga menurutnya memperhitungkan efektivitas penyajian visual serta tingkat partisipasi publik.
Melalui kompetisi sehat ini, Herwyn berharap jajaran pengawas di daerah terpacu meningkatkan kapasitas diri. Pemahaman publik terkait pengawasan partisipatif juga diharapkan terbangun lebih awal menyongsong Pemilu 2029.
"Semakin banyak narasi edukatif disebar, semakin tinggi kesadaran masyarakat untuk mencegah pelanggaran pemilu. Hal ini penting demi mewujudkan pemilu yang demokratis, bermartabat, dan berintegritas," pungkas Herwyn.
Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung turut memandang video pembelajaran sebagai salah satu sarana untuk memperluas penyampaian informasi dan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Menurutnya, penyajian materi pengawasan dalam bentuk video dapat membantu masyarakat memahami berbagai tahapan, regulasi, serta peran pengawas pemilu dengan cara yang lebih mudah diakses.
"Video pembelajaran menjadi media yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pengetahuan kepemiluan secara lebih luas. Melalui konten yang informatif dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin mengenal tugas pengawasan pemilu serta terdorong untuk ikut berpartisipasi dalam mengawasi jalannya proses demokrasi," ujarnya.
Ia juga berharap jajaran Bawaslu di daerah terus mengembangkan kreativitas dan kemampuan dalam memproduksi konten edukasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, video pembelajaran tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan atau pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber pengetahuan kepemiluan dan penguatan pengawasan partisipatif.
Zerdinal