Lolly: Ramadan Jadi Momentum Bawaslu Ingat Sumpah dan Jaga Spirit Kelembagaan
humas | Selasa, Februari 24, 2026 - 11:25
Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, mengatakan Ramadan menjadi momentum penting bagi jajaran Bawaslu untuk mengingat kembali sumpah jabatan, sekaligus memperkuat spirit kelembagaan. Menurutnya, sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan komitmen moral dan spiritual yang harus terus diinternalisasikan oleh setiap pengawas pemilu dalam menjaga demokrasi.
Hal tersebut disampaikannya saat Kick Off Ngabuburit Pengawasan bertajuk “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu Tahun 2026” yang digelar di Gedung Bawaslu, Jakarta, Minggu (23/2/2026). Kegiatan ini juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh jajaran Bawaslu di berbagai daerah.
Bagi internal pengawas pemilu, ini momentum untuk mengingat kembali sumpah jabatan yang pernah diucapkan. Pengabdian di Bawaslu tidak hanya dipantau oleh publik, tetapi juga dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Lolly.
Ia menjelaskan, apabila nilai-nilai sumpah jabatan benar-benar dipegang dan dijalankan secara konsisten, maka proses pengawasan akan berjalan dengan baik dan berdampak langsung pada penguatan kelembagaan Bawaslu. Menurutnya, berbagai kritik yang selama ini ditujukan kepada Bawaslu merupakan konsekuensi dari posisi strategis lembaga tersebut sebagai pengawas demokrasi.
Kritik, baik yang konstruktif maupun yang terasa tajam, adalah hal yang wajar. Bagi kami, ketika Bawaslu dikritik, itu berarti Bawaslu mendapatkan perhatian dan dianggap penting. Karena itu, spirit kelembagaan tidak boleh melemah dan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk kembali menguatkannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Lolly menegaskan bahwa tema spirit kelembagaan memiliki makna penting, tidak hanya bagi internal Bawaslu, tetapi juga bagi publik dan seluruh pemangku kepentingan demokrasi. Demokrasi, tegasnya, tidak hanya berbicara tentang hasil akhir berupa terpilihnya pemimpin, tetapi juga tentang proses yang harus dijalankan secara jujur, adil, dan berintegritas.
Bicara demokrasi bukan hanya soal hasil, tetapi juga soal proses. Karena itu, penting bagi kita semua untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan benar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Ramadan mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam konteks pengawasan demokrasi, terutama ketika menghadapi berbagai tantangan dan dinamika politik yang tidak ringan.
Seberat apa pun tantangan yang dihadapi, kita tidak boleh kehilangan harapan dan tujuan dalam memastikan demokrasi Indonesia tetap terjaga,” tambahnya.
Kegiatan Kick Off Ngabuburit Pengawasan ini turut diikuti secara daring oleh Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung, Apriliwanda, bersama Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung, Muhamad Muhyi. Keduanya mengikuti rangkaian kegiatan melalui platform Zoom sebagai bentuk partisipasi aktif dan komitmen dalam memperkuat spirit kelembagaan di tingkat daerah.
Partisipasi jajaran Bawaslu Kota Bandar Lampung tersebut menjadi wujud keseriusan dalam menginternalisasi nilai-nilai sumpah jabatan dan memperkuat pengawasan partisipatif di daerah. Melalui momentum Ramadan ini, diharapkan seluruh jajaran pengawas pemilu, baik di pusat maupun daerah, semakin solid dalam menjaga integritas dan kualitas proses demokrasi.
Menutup kegiatan, Lolly kembali mengingatkan bahwa pengawasan tidak hanya berlangsung saat tahapan pemilu atau pemilihan, melainkan berjalan sepanjang masa jabatan. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus berkolaborasi bersama Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif.
Pengawasan terbaik adalah pengawasan yang melibatkan semua pihak. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus bersama Bawaslu menjaga demokrasi Indonesia,” pungkasnya.