Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Hadiri Pengukuhan PW FOKAL IMM Lampung, Dorong Kolaborasi Untuk Lampung Maju

Bawaslu Lampung Hadiri Pengukuhan PW FOKAL IMM Lampung, Dorong Kolaborasi Untuk Lampung Maju

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Gistiawan, menghadiri kegiatan pengukuhan Pimpinan Wilayah Forum Keluarga Alumni (FOKAL) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Lampung yang digelar di Bandar Lampung pada Rabu (15/04). Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”, sebagai momentum memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah dan penguatan demokrasi.

Menurut Gistiawan, FOKAL IMM memiliki posisi strategis sebagai wadah berhimpunnya para alumni yang memiliki pengalaman intelektual, jejaring luas, dan komitmen kebangsaan yang kuat.

Dalam kesempatan itu, Gistiawan menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya jajaran Pimpinan Wilayah FOKAL IMM Provinsi Lampung. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan gagasan-gagasan progresif bagi kemajuan Lampung, sekaligus menjadi mitra strategis dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi, partisipasi publik, dan pengawasan sosial di tengah masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat atas pengukuhan Pimpinan Wilayah Forum Keluarga Alumni IMM Provinsi Lampung. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian untuk kemajuan daerah. Tema Kolaborasi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas sangat relevan dengan tantangan bangsa saat ini, di mana seluruh elemen harus bersatu dan saling menguatkan,” ujar Gistiawan dikonfirmasi Tim Humas Bawaslu Lampung.

Ia menambahkan, alumni IMM memiliki kapasitas besar untuk mengambil peran dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, kepemudaan, hingga penguatan tata kelola demokrasi. Karena itu, kolaborasi antara organisasi alumni, lembaga negara, akademisi, dan masyarakat sipil dinilai sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Gistiawan, semangat kolaborasi yang dibangun FOKAL IMM sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia, integritas kepemimpinan, dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi utama. Lampung sebagai salah satu provinsi strategis di Pulau Sumatera, lanjutnya, membutuhkan kontribusi nyata dari para tokoh muda dan alumni organisasi kemahasiswaan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Saya percaya FOKAL IMM Lampung dapat menjadi ruang konsolidasi gagasan dan pengabdian, sekaligus melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita optimistis Lampung dapat terus maju dan memberikan kontribusi terbaik menuju Indonesia Emas,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menyampaikan bahwa kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi alumni kemahasiswaan, memiliki peran penting dalam membangun demokrasi yang sehat dan partisipatif. Menurutnya, organisasi masyarakat dan komunitas intelektual memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengawasan dan partisipasi dalam proses demokrasi.

“Demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas. Karena itu, sinergi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi alumni, akademisi, serta kelompok pemuda perlu terus dibangun,” ujarnya.

Ia menilai FOKAL IMM dapat mengambil peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya partisipasi publik dan pengawasan terhadap proses demokrasi. Pengalaman serta kapasitas intelektual yang dimiliki para alumni diharapkan dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap semangat kolaborasi yang diusung FOKAL IMM tidak berhenti pada momentum pengukuhan, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong pendidikan politik, literasi demokrasi, serta pengawasan partisipatif di masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, penguatan demokrasi di tingkat daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menciptakan proses demokrasi yang berintegritas.

Ia juga berharap generasi muda dan alumni organisasi kemahasiswaan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga nilai-nilai demokrasi sekaligus mendorong terciptanya budaya politik yang lebih dewasa, kritis, dan bertanggung jawab.

Dengan adanya kolaborasi antara Bawaslu, organisasi kemasyarakatan, alumni mahasiswa, akademisi, dan masyarakat sipil, diharapkan tercipta ekosistem demokrasi yang semakin kuat di Lampung. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045.

Zerdinal