Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Lampung Tekankan Disiplin dan Soliditas Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota

Bawaslu Lampung Tekankan Disiplin dan Soliditas Jajaran Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota

Plt. Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Lampung, Achmad Sutiono, menekankan pentingnya pelaksanaan tugas yang dilandasi dengan tanggung jawab serta kedisiplinan waktu. Menurutnya, profesionalitas kerja harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap individu di lingkungan sekretariat.

“Setiap tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Disiplin waktu juga menjadi hal yang sangat penting, karena itu akan berpengaruh langsung terhadap kinerja dan kualitas pelayanan kelembagaan,” ujar Achmad Sutiono saat berada di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tulang Bawang, Kamis (16/04).

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas antarpegawai sebagai fondasi utama dalam mendukung kinerja organisasi. Menurutnya, kekompakan dan kesamaan visi menjadi kunci dalam mencapai tujuan kelembagaan.

“Soliditas harus terus dijaga. Seluruh jajaran harus memiliki pandangan dan tujuan yang sama, sehingga setiap pekerjaan dapat berjalan secara terarah dan saling mendukung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Achmad Sutiono mengingatkan seluruh jajaran sekretariat untuk menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu. Ia menilai bahwa rasa memiliki terhadap lembaga akan berdampak positif terhadap kinerja dan integritas pegawai.

“Kita harus bangga menjadi bagian dari Bawaslu. Rasa cinta terhadap lembaga akan melahirkan rasa memiliki, yang pada akhirnya akan mendorong kita untuk menjaga marwah dan kehormatan institusi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa menjaga marwah lembaga bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh jajaran, baik dari sisi sikap, perilaku, maupun kinerja.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung menegaskan bahwa kedisiplinan dan tanggung jawab merupakan bagian penting dalam membangun profesionalitas jajaran Bawaslu. Menurutnya, setiap pegawai perlu memahami bahwa tugas yang dijalankan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan administratif, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

“Disiplin dan tanggung jawab harus dimulai dari diri sendiri. Ketika setiap jajaran mampu menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya, menjaga ketepatan waktu, serta bekerja dengan penuh integritas, maka secara langsung kita ikut menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang saling mendukung di antara seluruh jajaran. Menurutnya, soliditas tidak hanya ditunjukkan melalui kekompakan, tetapi juga melalui kesediaan untuk saling membantu, berkomunikasi, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Soliditas bukan berarti semua orang harus memiliki tugas yang sama, tetapi bagaimana setiap bagian mampu menjalankan perannya dan saling mendukung. Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, maka pekerjaan akan lebih mudah diselesaikan dan tujuan organisasi dapat tercapai,” tambahnya.

Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung juga mengingatkan agar seluruh jajaran senantiasa menjaga sikap dan perilaku, baik ketika berada di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Menurutnya, identitas sebagai bagian dari Bawaslu melekat pada setiap pegawai sehingga setiap tindakan perlu mencerminkan profesionalitas dan integritas kelembagaan.

“Marwah lembaga dibangun dari perilaku seluruh jajaran. Karena itu, kita harus menjaga ucapan, sikap, dan tindakan, serta memastikan setiap pekerjaan dilakukan sesuai aturan. Jangan sampai tindakan pribadi justru berdampak terhadap citra dan kepercayaan masyarakat kepada lembaga,” tegasnya.

Ia berharap penguatan kedisiplinan, soliditas, dan rasa memiliki terhadap lembaga dapat menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, seluruh jajaran Bawaslu dapat memberikan kinerja terbaik sekaligus menjaga kehormatan dan integritas institusi dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

Zerdinal