Berbagi Pengalaman, Menguatkan Pengawasan: Bawaslu Bandar Lampung Bersiap Menuju 2029
humas | Senin, Agustus 3, 2026 - 13:29
Bandar Lampung, Senen (03/08) - Bawaslu Kota Bandar Lampung mulai mematangkan persiapan untuk mengikuti Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2. Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan yang digelar secara daring melalui Zoom.
Pertemuan ini diikuti Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Apriliwanda, serta Anggota Bawaslu Kota Bandar Lampung Juwita, Hasanudin Alam, dan Muhamad Muhyi. Dari jajaran Sekretariat turut hadir Kepala Sekretariat Bawaslu Kota Bandar Lampung Drs. Mohamad Evan Zuhri bersama Staf Analisis SDM Arinta.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah awal Bawaslu Kota Bandar Lampung dalam menyiapkan keikutsertaan pada Tahap Seleksi Awal atau Video-Based Learning Stage Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2.
Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 mengusung tema “Ekosistem Kolaborasi untuk Pengawasan Pemilu 2029”. Program ini dirancang untuk mendorong penguatan kapasitas jajaran Bawaslu melalui pembelajaran berbasis pengetahuan, berbagi pengalaman, pembelajaran kolaboratif, serta dokumentasi berbagai praktik baik dalam penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu.
Pada tahap awal, peserta akan mengembangkan materi pembelajaran yang kemudian dikemas dalam bentuk video. Tidak hanya menyampaikan materi, tahap ini juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana setiap satuan kerja mengolah pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki menjadi sebuah pembelajaran yang informatif dan mudah dipahami.
Karena itu, persiapan menjadi bagian penting sebelum materi diproduksi. Mulai dari menentukan topik, menyusun desain pembelajaran, menyiapkan materi, menentukan presenter, hingga mempersiapkan produksi dan publikasi video menjadi rangkaian yang perlu diperhatikan oleh masing-masing satuan kerja.
Bagi Bawaslu Kota Bandar Lampung, kegiatan persiapan ini juga menjadi ruang untuk menyatukan langkah antara jajaran pimpinan dan Sekretariat. Keterlibatan unsur Sekretariat diperlukan untuk mendukung kebutuhan teknis maupun administratif selama proses persiapan dan pelaksanaan program.
Dalam ketentuannya, Bawaslu Kabupaten/Kota dengan lima anggota harus menetapkan sedikitnya tiga anggota sebagai presenter pada Tahap Seleksi Awal. Penetapan tersebut juga memperhatikan keterwakilan perempuan sesuai komposisi keanggotaan. Sementara itu, jajaran Sekretariat dapat dilibatkan sesuai kebutuhan dalam penyampaian materi.
Melalui format pembelajaran berbasis video, pengalaman pengawasan yang selama ini dijalankan oleh jajaran Bawaslu diharapkan tidak hanya berhenti sebagai pengalaman kerja, tetapi dapat diolah menjadi pengetahuan yang bisa dibagikan dan dipelajari bersama.
Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan utama Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan pembelajaran kolaboratif antarsatuan kerja, sekaligus mendokumentasikan pengalaman serta praktik baik pengawasan sebagai bagian dari knowledge management Bawaslu.
Selain aspek substansi, kreativitas dalam mengemas materi juga menjadi bagian yang diperhatikan pada tahap seleksi. Kualitas materi, cara penyampaian, kreativitas media, serta inovasi pembelajaran menjadi unsur yang dinilai dalam menentukan satuan kerja yang dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dengan demikian, keikutsertaan dalam Bawaslu Membelajarkan Volume 2 bukan sekadar mengikuti sebuah program pembelajaran. Lebih jauh, program ini menjadi kesempatan bagi jajaran Bawaslu untuk saling bertukar pengalaman dan mengembangkan cara-cara baru dalam menyampaikan pengetahuan yang berkaitan dengan pengawasan Pemilu.
Bawaslu Kota Bandar Lampung juga perlu memastikan materi yang disiapkan nantinya tidak hanya memenuhi ketentuan program, tetapi mampu menggambarkan pengalaman dan praktik pengawasan yang relevan. Pengemasan materi yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual menjadi penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh jajaran Bawaslu lainnya.
Program tersebut dilaksanakan secara berjenjang. Setelah Tahap Seleksi Awal (Video-Based Learning Stage), peserta akan mengikuti Knowledge Showcase (Comparative Learning Stage) dan selanjutnya menuju Grand Final Nasional (National Excellence Stage) sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Pertemuan melalui Zoom Meeting ini menjadi langkah awal bagi Bawaslu Kota Bandar Lampung untuk memastikan seluruh kebutuhan dalam mengikuti tahapan tersebut dapat dipersiapkan secara bersama-sama. Koordinasi antara pimpinan dan jajaran Sekretariat diharapkan dapat membuat proses persiapan berjalan lebih terarah, mulai dari penentuan materi hingga tahap produksi dan publikasi.
Pada akhirnya, Program Bawaslu Membelajarkan Volume 2 diharapkan tidak hanya menghasilkan materi pembelajaran, tetapi juga memperkuat kebiasaan untuk saling belajar di lingkungan Bawaslu. Pengetahuan yang lahir dari pengalaman pengawasan di lapangan dapat menjadi bekal bersama dalam menghadapi dinamika pengawasan Pemilu dan Pemilihan Tahun 2029.
Bawaslu Kota Bandar Lampung pun terus mendorong agar setiap proses pembelajaran dan berbagi pengalaman dapat memberikan manfaat bagi penguatan kelembagaan. Dengan kolaborasi antara jajaran pimpinan dan Sekretariat, persiapan mengikuti Bawaslu Membelajarkan Volume 2 diharapkan dapat berjalan optimal dan menghasilkan pembelajaran yang tidak hanya memenuhi aspek seleksi, tetapi juga memiliki nilai dan manfaat bagi pengembangan kapasitas jajaran Bawaslu.
Zerdinal