Hadiri Konferwil Fatayat NU Lampung, Bawaslu Lampung Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan
humas | Kamis, April 30, 2026 - 23:30
Anggota Bawaslu Provinsi Lampung, Hamid Badrul Munir, menghadiri kegiatan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung yang mengusung tema “Organisasi Digdaya, Perempuan Berdaya, dan Berkarya”, pada Kamis (30/04), di Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi perempuan, khususnya Fatayat NU, dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja yang adaptif terhadap dinamika sosial di tengah masyarakat. Konferwil ini juga dihadiri oleh berbagai unsur organisasi dan tokoh perempuan yang berkomitmen mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor.
Dalam kesempatan tersebut, HBM menilai bahwa peran organisasi perempuan sangat strategis dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki kontribusi besar dalam menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini menjadi forum penting dalam memperkuat peran organisasi perempuan dalam mendorong peningkatan kapasitas, kemandirian, serta kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan daerah,” ujar HBM.
Ia juga menambahkan bahwa Konferwil Fatayat NU Lampung tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi harus dimaknai sebagai ruang konsolidasi yang produktif. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan program kerja yang mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam pemberdayaan perempuan di berbagai bidang.
“Konferensi wilayah ini merupakan ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam memperkuat posisi perempuan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, HBM menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan lembaga negara, termasuk Bawaslu, dalam mendorong partisipasi perempuan, khususnya dalam kehidupan demokrasi. Ia menilai bahwa perempuan memiliki potensi besar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, termasuk dalam pengawasan pemilu yang berintegritas.
Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung turut mengapresiasi pelaksanaan Konferwil Fatayat NU Lampung sebagai ruang untuk memperkuat kapasitas dan peran perempuan dalam berbagai bidang. Menurutnya, organisasi perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan perempuan dalam kehidupan sosial dan demokrasi.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat yang sadar dan peduli terhadap demokrasi. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan melalui organisasi seperti Fatayat NU perlu terus didorong agar semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran dan memberikan kontribusi positif,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa partisipasi perempuan dalam demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui keterlibatan dalam pemilu, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sosial, pendidikan politik, serta pengawasan terhadap proses demokrasi di lingkungan masyarakat.
“Semakin banyak perempuan yang memiliki pengetahuan dan kesadaran politik, semakin besar pula peluang terciptanya partisipasi masyarakat yang berkualitas. Kami berharap organisasi perempuan dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dan ikut menjaga demokrasi yang sehat serta berintegritas,” tambahnya.
Dengan terselenggaranya Konferwil ini, diharapkan Fatayat NU Lampung semakin solid dan mampu melahirkan program-program inovatif yang tidak hanya berdampak bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat luas. Tema yang diusung pun mencerminkan semangat untuk menjadikan organisasi yang kuat (digdaya), perempuan yang mandiri (berdaya), serta mampu menghasilkan karya nyata bagi kemajuan daerah.
Zerdinal